Selasa, 29 Mei 2012

UNIVERSITAS MATARAM GANDENG BADAN STANDARISASI NASIONAL(BSN)

UNRAM GANDENG BADAN STANDARISASI NASIONAL(BSN) DALAM UPAYA STANDARISASI LABORATORIUM UNTUK  GO NASIONAL DAN  INTERNASIONAL


Sabtu 14 Mei 2012

UNRAM GANDENG BADAN STANDARDISASI NASIONAL(BSN) DALAM UPAYA STANDARDISASI LABORATORIUM UNTUK GO NASIONAL DAN INTERNASIONAL

Penandatanganan perjanjian kerjasama dilakukan oleh Kepala BSN, Dr. Bambang Setiadi dengan Rektor Universitas Mataram (Unram), Prof. Ir. Sunarpi, Ph.D. di Aula Ruang Sidang Senat Unram, Mataram, NTB

Akreditasi Program Studi untuk memperoleh standar akreditasi prima dan Standardisasi Laboratorium agar pendidikan dan penelitian Unram mendapatkan pengakuan nasional dan internasional, menjadi program unggulan Rektor Unram Prof. H. Sunarpi untuk meraih persaingan secara nasional dan internasional. Minggu kemarin tanggal 12 Mei 2012, ditandatangani MOU antara Unram dan BSN di Mataram.
Demikian Pendidikan standardisasi mendapat perhatian khusus oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN). Pendidikan standardisasi bertujuan menanamkan kesadaran dan pemahaman standardisasi kepada masyarakat. Melalaikan pendidikan standardisasi bisa berakibat pada ketidakmampuan suatu bangsa membangun daya saing bagi industrinya.
Kepala BSN, Dr. Bambang Setiadi juga berkesempatan menyampaikan Kuliah umum di hadapan staf pengajar serta mahasiswa Unram.
Setelah sebelumnya menjalin kerjasama di bidang pendidikan standardisasi dengan 28 universitas di seluruh Indonesia, pada sabtu pagi (12/05/2012), BSN kembali melakukan kerjasama, kali ini dengan Universitas Mataram. Penandatanganan perjanjian kerjasama dilakukan oleh Kepala BSN, Dr. Bambang Setiadi dengan Rektor Universitas Mataram (Unram), Prof. Ir. Sunarpi, Ph.D. di Aula Ruang Sidang Senat Unram, Mataram, NTB.
Isi kerjasama meliputi pendidikan, pelatihan, dan promosi standardisasi; peningkatan partisipasi pakar di dalam kegiatan standardisasi; pertukaran informasi di bidang standardisasi; pembinaan laboratorium di lingkungan universitas; serta riset dan diseminasi hasil riset di bidang standardisasi.Selain menandatangani perjanjian kerjasama, Kepala BSN, Dr. Bambang Setiadi juga berkesempatan menyampaikan Kuliah umum di hadapan staf pengajar serta mahasiswa Unram. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Bambang menyampaikan bahwa BSN sangat menyadari pentingnya pendidikan standar bagi masa depan Indonesia. Oleh karena itu, BSN aktif di lingkup nasional maupun internasional dalam pengembangan pendidikan standardisasi.
Kuliah Umum standardisasi juga menampilkan narasumber Deputi Bidang Informasi dan Pemasyarakatan standardisasi BSN, Dewi Odjar Ratna Komala.
Selama satu minggu yaitu tanggal 7 – 13 Mei 2012, BSN juga menyelenggarakan kegiatan-kegiatan berskala internasional di Bali yang terkait dengan pengembangan pendidikan standardisasi. Kegiatan-kegiatan tersebut adalah ISO/KATS Regional Workshop, Pertemuan dan Presentasi Ilmiah Standardisasi, ICES Conference and WSC Academic Day, Pameran serta Promosi standardisasi. Bahkan dalam pembukaan ICES Conference telah ditandatangani Nota Kesepahaman antara BSN dengan DIKTI tentang program S2 Standardisasi yang rencananya akan dibuka di UGM dan ITB. Dalam kesempatan ini Prof. Dr.Ir. Hj. Eny Yulianti M.Si., ketua Tim Percepatan Akreditasi Unram hadir di Bali untuk dapat menggali dan membangun kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi lain di Indonesia dan komunitas internasional.
Dr. Bambang mengharapkan, penandatanganan kerjasama dengan Unram mampu menjadi jalan bagi pengembangan standardisasi di Indonesia dan NTB pada khususnya. Terkait dengan potensi ekonomi
Kuliah umum di hadapan staf pengajar serta mahasiswa Unram
NTB dalam program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), BSN telah mengidentifikasi 550 SNI untuk koridor ekonomi Bali-Nusa Tenggara.
sejak 2005, BSN telah merintis pengembangan pendidikan standar melalui pengembangan kurikulum serta textbook di universitas, kerjasama dengan universitas, maupun pembentukan Forum Pendidikan Standardisasi.
Kuliah Umum standardisasi juga menampilkan narasumber Deputi Bidang Informasi dan Pemasyarakatan standardisasi BSN, Dewi Odjar Ratna Komala. Dalam kesempatan tersebut, Dewi Odjar menyampaikan paparan mengenai perkembangan pendidikan standardisasi di Indonesia. Kerjasama dengan universitas penting untuk meningkatkan keperdulian akademisi terhadap standar dan standardisasi. Diharapkan melalui kerjasama dengan universitas dapat meningkatkan peran pakar dalam pengembangan dan pemeliharaan standar juga dapat meningkatkan peran laboratorium universitas dalam mendukung penerapan standar. Semuanya itu akan bermuara pada terbangunnya budaya standar di Indonesia untuk membangun daya saing bangsa.
Oleh karena itu, sejak 2005, BSN telah merintis pengembangan pendidikan standar melalui pengembangan kurikulum serta textbook di universitas, kerjasama dengan universitas, maupun pembentukan Forum Pendidikan Standardisasi. Selain aktif dalam pengembangan pendidikan Standardisasi di Indonesia, BSN juga aktif dalam pengembangan standardisasi di level regional maupun internasional dalam International Cooperation on Education about Standardization (ICES); World Standar Cooperation (WSC); APEC Sub-Committee on Standard and Conformance – Standards Education Initiative; serta EU-Asia Link Programme (Bidang Kerjasama Universitas Mataram)
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Pusat Pendidikan dan Pemasyarakatan standardisasi BSN, Tisyo Haryono.
(Bagian Kerjasama Unram – Humas Unram)

Rabu, 23 Mei 2012

Jaringan Yahudi di Indonesia Sudah Ada Sejak Zaman VOC


global_Freemasonry
Prologue
logo-VOC
Konon, warga Yahudi sudah banyak berdiam di Indonesia sejak zaman kolonial Belanda, khususnya di Jakarta, tapi tidak ada tanggal yang pasti kaum Yahudi menetap di Indonesia. Sebuah situs Komunitas Yahudi dunia mencatat bahwa pada tahun 1850 seorang utusan dari Jerusalem, Jacob Saphir, yang mengunjungi Batavia (Jakarta), bertemu dengan seorang pedagang Yahudi dari Amsterdam yang menyebutkan bahwa ada 20 keluarga Yahudi dari Belanda atau Jerman tinggal di sana, termasuk anggota pasukan kolonial Belanda.
lambang-freemasonryBeberapa orang Yahudi juga tinggal di Semarang dan Surabaya. Mereka punya beberapa hubungan dengan agama Judaisme (ajaran Yahudi). Atas permintaan Saphir, Komunitas Amsterdam mengirim rabbi yang mencoba mengorganisasikan jemaah di Batavia dan Semarang. Sejumlah Yahudi dari Baghdad atau asli orang Baghdad, dan dari Aden juga bermukim di Jawa. Pada tahun 1921, utusan Zionis dari Israel yang bernama Cohen memperkirakan bahwa hampir ada 2,000 orang Yahudi yang tinggal di Jawa.
Sebagai catatan, Vereenigde Oostindische Compagnie (Serikat Dagang India Timur) atau VOC atau Kompeni berdiri pada tahun 1602 dan memegang hak monopoli dari Kerajaan Belanda untuk menguasai jalur perdagangan di Asia. VOC adalah Multi-National Company (MNC) pertama di dunia dan juga perusahaan Multi-nasional pertama yang menerbitkan saham. Selama hampir 200 tahun berkuasa, VOC akhirnya bangkrut dan dibubarkan pada tahun 1800 karena terlilit hutang dan kerusuhan. Akhirnya asset dan hutang-hutangnya diambil alih oleh pemerintah Hindia Belanda.
loji-sbyKembali kepada kisah kaum Yahudi. Yahudi Belanda di Surabaya ada yang memegang jabatan penting di pemerintahan, dan banyak juga yang jadi pedagang. Kaum Yahudi yang berasal dari Baghdad membentuk elemen yang paling orthodox (kolot). Di sana juga terdapat kaum Yahudi asal Eropa Tengah dan Sovyet Russia, yang jumlahnya meningkat di tahun 1930an. Di tahun 1939 ada sekitar 2,000 pemukim Yahudi Belanda dan sejumlah Yahudi stateless (tanpa status kewarganegaraan) yang menjalani hukuman ketika Jepang menduduki Indonesia. Setelah kemerdekaan Indonesia, unsur-unsur Yahudi Belanda mulai mengalami kemerosotan dan populasinya pun berkurang karena alasan-alasan politik dan ekonomi.
Ada sekitar 450 orang Yahudi di Indonesia pada tahun 1957, umumnya kaum Ashkenazim di Jakarta dan kaum Sephardim di Surabaya, komunitas inilah yang memelihara sebuah sinagoga di sana. Komunitas jumlah tersebut berkurang menjadi 50 orang di tahun 1963. Ada sekitar 20 orang Yahudi yang tinggal di Jakarta dan 25 orang di Surabaya pada tahun 1969. Komunitas ini diwakili oleh the Board of Jewish Communities of Indonesia (Dewan Komunitas-komunitas Yahudi di Indonesia) yang berkantor di Jakarta. Pada tahun 1997, tercatat ada sekitar 20 orang Yahudi tinggal di Indonesia, beberapa dari mereka ada di Jakarta dan beberapa keluarga Yahudi lainnya yang berasal dari Iraq tinggal di Surabaya dan memelihara sebuah sinagoge kecil.
Pedagang Sukses
mason-jenjangPada abad ke-19 dan 20 serta menjelang Belanda hengkang dari Indonesia, ada sejumlah orang Yahudi yang membuka toko-toko di Noordwijk (kini Jl. Juanda) dan Risjwijk (Jl. Veteran) -- dua kawasan elite di Batavia kala itu -- seperti Olislaeger, Goldenberg, Jacobson van den Berg, Ezekiel & Sons dan Goodwordh Company. Di sepanjang Jalan Juanda (Noordwijk) dan Jalan Veteran (Rijswijk) jejak Zionis-Yahudi juga ada. Dalam sebuah artikel di sebuah media massa yang terbit di Jakarta, sejarawan Betawi Alwi Shahab menyebutkan, pada abad ke-19 dan ke-20, sejumlah orang Yahudi menjadi pengusaha papan atas di Jakarta. Beberapa di antaranya bernama Olislaegar, Goldenberg dan Ezekiel. Mereka menjadi pedagang sukses dan tangguh yang menjual permata, emas, intan, perak, arloji, kaca mata dan berbagai komoditas lainnya. Toko mereka berdiri di sepanjang Jalan Risjwijk dan Noordwijk. Masih menurut Alwi, pada tahun 1930-an dan 1940-an, jumlah orang Yahudi cukup banyak di Jakarta. Bisa mencapai ratusan orang. Mereka pandai berbahasa Arab, hingga sering dikira sebagai orang keturunan Arab. Bahkan Gubernur Jenderal Belanda, Residen dan Asisten Residen Belanda di Indonesia banyak yang keturunan Yahudi.
noordwijkDi masa kolonial, warga Yahudi ada yang mendapat posisi tinggi di pemerintahan. Termasuk gubernur jenderal AWL Tjandra van Starkemborgh Stachouwer (1936-1942). Sedangkan Abdullah Alatas (75 tahun) mengatakan, keturunan Yahudi di Indonesia kala itu banyak yang datang dari negara Arab. Maklum kala itu negara Israel belum terbentuk. Seperti keluarga Musri dan Meyer yang datang dari Irak. Sedangkan Ali Shatrie (87) menyatakan bahwa kaum Yahudi di Indonesia memiliki persatuan yang kuat. Setiap Sabath atau Sabtu, hari suci kaum Yahudi, mereka berkumpul bersama di Mangga Besar, yang kala itu merupakan tempat pertemuannya.
Di gedung itu, seorang rabbi, imam kaum Yahudi, memberikan wejangan dengan membaca Kitab Zabur. Menurut Ali Shatrie, kaum Yahudi umumnya memakai paspor Belanda dan mengaku warga negara kincir angin. Sedangkan Abdullah Alatas mengalami saat-saat hari Sabath dimana warga Yahudi sambil bernyanyi membaca kitab Talmud dan Zabur, dua kitab suci mereka. Pada 1957, ketika hubungan antara RI-Belanda putus akibat kasus Irian Barat (Papua), tidak diketahui apakah seluruh warga Yahudi meninggalkan Indonesia. Konon, mereka masih terdapat di Indonesia meski jumlahnya tidak lagi seperti dulu. Yang pasti dalam catatan sejarah Yahudi dan jaringan gerakannya, mereka sudah lama menancapkan kukunya di Indonesia. Bahkan gerakan mereka disinyalir telah mempengaruhi sebagian tokoh pendiri negeri ini. Sebuah upaya menaklukkan bangsa Muslim terbesar di dunia (Sabili, 9/2-2006).
Dalam buku Jejak Freemason & Zionis di Indonesia disebutkan bahwa gedung Bappenas di Taman Surapati dulunya merupakan tempat para anggota Freemason melakukan peribadatan dan pertemuan. Gedung Bappenas di kawasan elit Menteng, dulunya bernama gedung Adhuc Stat dengan logo Freemasonry di kiri kanan atas gedungnya, terpampang jelas ketika itu. Anggota Freemason menyebutnya sebagai loji atau rumah setan. Disebut rumah setan, karena dalam peribadatannya anggota gerakan ini memanggil arwah-arwah atau jin atau setan, menurut data-data yang dikumpulkan penulisnya Herry Nurdi, Freemasonry atau Vrijmetselarij dalam bahasa Belanda masuk ke Indonesia dengan beragam cara. Terutama lewat lembaga masyarakat dan pendidikan. Pada mulanya gerakan itu menggunakan kedok persaudaraan kemanusiaan, tidak membedakan agama dan ras, warna kulit dan gender, apalagi tingkat sosial di masyarakat. Dalam buku tersebut disebutkan, meski pada tahun 1961, dengan alasan tidak sesuai dengan kepribadian bangsa, Presiden Sukarno melakukan pelarangan terhadap gerakan Freemasonry di Indonesia. Namun, pengaruh Zionis tidak pernah surut. Hubungan gelap 'teman tapi mesra' antara tokoh-tokoh bangsa dengan Israel masih terus berlangsung.
Zionis-Yahudi mengakar kuat di Indonesia. Melalui antek-anteknya yang ada di Indonesia, mereka berhasil menguasai sektor ekonomi, terutama bidang perbankan dan merasuki budaya Indonesia. Ridwan Saidi, sejarawan Betawi, mengaku prihatin dengan kondisi umat saat ini. Sebab, banyak umat yang masih tidak percaya gerakan Zionis-Yahudi. Bahkan sebagian kaum Muslimin memandang tudingan gerakan Zionis-Yahudi sebagai sesuatu yang mengada-ada. Padahal, dampak dari gerakan Zionis ini sangatlah merugikan kaum Muslimin bahkan umat manusia.
"Siapa bilang tidak ada gerakan Zionis-Yahudi di sini. Ada dong, sebab akarnya terlalu kuat di Indonesia. Mereka masuk sejak zaman Hindia Belanda," ujar pria yang puluhan tahun meneliti dan mengkaji gerakan Zionis-Yahudi itu. Benarkah akar Zionis-Yahudi begitu kuat di Indonesia? Apa saja indikasi dan buktinya? Memang, tak mudah melacak jejak gerakan berbahaya ini di Indonesia. Apalagi selama ini, Zionis-Yahudi, memang gerakan tertutup. Aktivitas mereka berkedok kegiatan sosial atau kemanusiaan. Namun sasaran dan tujuannya sangat jelas: Merusak kaum lain. Ibarat orang yang sedang buang angin dengan pelan: tercium baunya, tapi tak nampak wujudnya. Tidak mudah mengendus dan mendeteksi mereka. Namun dengan membuka-buka catatan sejarah, kabut dan misteri seputar jaringan Zionis-Yahudi di Indonesia akan terbuka lebar.
Gedung Bappenas

ged-bappenas
Gedung BAPPENAS, dulu Loji Adhucstat
Gedung dan bangunan ternyata tak hanya memiliki estetika, namun juga menyimpan sejarah peradaban, tak terkecuali gerakan Zionis-Yahudi di Indonesia. Dari sejumlah dokumen sejarah, tidak sedikit gedung-gedung yang berdiri dan beroperasi saat ini yang ternyata dulunya pernah menjadi pusat pengendali gerakan Zionis-Yahudi di Indonesia. Satu di antaranya adalah gedung induk yang saat ini dipakai pemerintah untuk kantor Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Jalan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat.
Dalam buku "Menteng Kota Taman Pertama di Indonesia" karangan Adolf Hueken SJ, disebutkan, awalnya gedung yang kini berperan penting merencanakan pembangunan Indonesia itu adalah bekas loge-gebouw, tempat pertemuan para vrijmetselaar (kaum Freemason). Loge-gebouw atau rumah arloji sendiri adalah sebuah sinagoga, tempat peribadatan kaum Yahudi. Dulu, kaum Yahudi memakainya untuk tempat "sembahyang" atau "ngeningkan cipta" kepada Tuhan. Karena tempat itu sering dipergunakan untuk memanggil-manggil roh halus, maka masyarakat Indonesia sering menyebut loge atau loji sebagai rumah setan.
Sementara Vrijmetselarij adalah organisasi bentukan Zionis-Yahudi di Indonesia (Dulu Hindia Belanda). Ridwan Saidi dalam bukunya "Fakta dan Data Yahudi di Indonesia" menuliskan bahwa pimpinan Vrjmetselarij di Hindia Belanda sekaligus adalah ketua loji. Vrijmetselarij bukanlah organisasi yang berdiri sendiri. Ia merupakan bentukan dari organisasi Freemasonry, sebuah gerakan Zionis-Yahudi internasional yang berkedudukan di London, Inggris.
indosat-logobintang-david
Pada tahun 1717, para emigran Yahudi yang terlempar ke London, Inggris, mendirikan sebuah gerakan Zionis yang diberi nama Freemasonry. Organisasi inilah yang kini mengendalikan gerakan Zionis-Yahudi di seluruh dunia. Bandingkan lambang Freemason (di sisi kiri) dengan lambang VOC (di sisi kanan) yang memiliki kemiripan. Dalam kenyataannya, gerakan rahasia Zionis-Yahudi ini selalu bekerja menghancurkan kesejahteraan manusia, merusak kehidupan politik, ekonomi dan sosial negara-negara yang di tempatinya. Mereka ingin menjadi kaum yang menguasai dunia dengan cara merusak bangsa lain, khususnya kaum Muslimin. Mereka sangat berpegang teguh pada cita-cita.
Tujuan akhir dari gerakan rahasia Zionis-Yahudi ini, salah satunya, adalah mengembalikan bangunan Haikal Sulaiman yang terletak di Masjidil Aqsha, daerah Al-Quds yang sekarang dijajah Israel. Target lainnya, mendirikan sebuah pemerintahan Zionis internasional di Palestina, seperti terekam dari hasil pertemuan para rabbi Yahudi di Basel, Switzerland. Seperti disinggung di atas, gedung Bappenas memiliki sejarah kuat dengan gerakan Zionis-Yahudi.
Tentu, bukan suatu kebetulan, jika lembaga donor dunia seperti International Monetary Fund (IMF) yang dikuasai orang-orang Yahudi sangat berkepentingan dan menginginkan kebijakan yang merencanakan pembangunan di Indonesia selaras dengan program mereka. Satu per satu bukti kuatnya jejak Zionis-Yahudi di Indonesia bermunculan. Jejak mereka juga nampak di sepanjang Jalan Medan Merdeka Barat dengan berbagai gedung pencakar langitnya.
Menurut Ridwan Saidi, semasa kolonial Belanda, Jalan Medan Merdeka Barat bernama Jalan Blavatsky Boulevard. Nama Blavatsky Boulevard sendiri tentu ada asal-usulnya. Pemerintah kolonial Belanda mengambil nama Blavatsky Boulevard dari nama Helena Blavatsky, seorang tokoh Zionis-Yahudi asal Rusia yang giat mendukung gerakan Freemasonry.
Siapa Blavatsky?
blavatsky
Helena Blavatsky
Pada November 1875, pusat gerakan Zionis di Inggris, Fremasonry, mengutus Madame Blavatsky—demikian Helena Balavatsky biasa disebut—ke New York. Sesampainya di sana, Blavatsky langsung mendirikan perhimpunan kaum Theosofi. Sejak awal, organisasi kepanjangan tangan Zionis-Yahudi ini, telah menjadi mesin pendulang dolar bagi gerakan Freemasonry. Di luar Amerika, sebut misalnya di Hindia Belanda, Blavatsky dikenal sebagai propagandis utama ajaran Theosofi. Pada tahun 1853, saat perjalanannya dari Tibet ke Inggris, Madame Blavatsky pernah mampir ke Jawa (Batavia). Selama satu tahun di Batavia, ia mengajarkan Theosofi kepada para elite kolonial dan masyarakat Hindia Belanda. Sejak itu, Theosofi menjadi salah satu ajaran yang berkembang di Indonesia. Salah satu ajaran Theosofi yang utama adalah menganggap semua ajaran agama sama. Ajaran ini sangat mirip dan sebangun dengan pemahaman kaum liberal yang ada di Indonesia.
Menurut cerita Ridwan Saidi, di era tahun 1950-an, di Jalan Blavatsky Boulevard (kini Jalan Medan Merdeka Barat) pernah berdiri sebuah loji atau sinagoga. Untuk misinya, kaum Yahudi memakai loji itu sebagai pusat kegiatan dan pengendalian gerakan Zionis di Indonesia. Salah satu kegiatan mereka adalah membuka kursus-kursus okultisme (pemanggilan makhluk-makhluk halus). "Jika saat ini saham mayoritas Indosat dikuasai Singtel, salah satu perusahaan telekomunikasi Yahudi asal Singapura, maka itu sangat wajar. Sebab dulunya Indosat adalah sinagoga dan kembali juga ke sinagoga," ujar mantan anggota DPR yang pernah menginjakkan kakinya ke Israel tersebut.
Tradisi Merantau
kapal-VOCSudah menjadi tradisi hidup kaum Zionis-Yahudi untuk merantau. Tidak ada daerah yang tidak mereka rambah. Di luar Jakarta, kaum Yahudi menetap di daerah Bandung, Jawa Barat. Pengamat Yahudi asal Bandung, HM Usep Romli mengatakan, mereka masuk Bandung sejak tahun 1900-an. Untuk meredam resistensi masyarakat Bandung, mereka masuk melalui jalur pendidikan dengan berprofesi sebagai guru. Kebanyakan dari mereka adalah pengikut aliran Theosofi, kaki tangan gerakan Freemasonry Internasional.
Tempat kumpul mereka berada di sebuah rumah yang terletak di dekat Jalan Dipati Ukur. Masyarakat menyebut rumah itu sebagai rumah setan. "Dulunya, kawasan Dipati Ukur adalah tempat tinggal orang-orang Belanda dan tempat berkumpulnya kaum terpelajar, baik dari Belanda maupun pribumi. Itulah kenapa jika ditengok kawasan Dipati Ukur saat ini, banyak sekali berdiri lembaga-lembaga pendidikan, termasuk Universitas Padjajaran (Unpad). Namun saya tidak tahu di mana tepatnya markas kaum Theosofi tersebut," ujar Usep.
Pada dasarnya, mereka tidak mengalami kesulitan menjajakan pemahamannya karena berpenampilan lembut, sopan dan ramah. Karenanya banyak masyarakat yang simpati dan tertarik dengan mereka. Sampai-sampai banyak masyarakat mengultuskan ucapan dan ajaran mereka, hingga mengikuti ritual agama Yahudi. "Tanpa disadari ajaran Zionis masuk ke hati dan pikiran masyarakat Bandung dan tumbuh menjadi suatu ajaran yang kuat," tandas Usep. Khusus di Surabaya, kaum Yahudi membentuk komunitas sendiri di beberapa kawasan kota lama, seperti Bubutan dan Jalan Kayon. Di Jalan Kayon No 4, Surabaya, hingga kini berdiri sebuah sinagog, tempat peribadatan kaum Yahudi. Selama ini gerakan mereka tidak mudah terdeteksi masyarakat karena mereka berkedok yayasan sosial dan amal.
Antek-Antek
Panah beracun Zionis-Yahudi terus dilepaskan dari busurnya dan terus mengenai sasarannya. Setelah menunggu satu dekade, kini mereka sedang memanen buahnya. Melalui antek-anteknya di Indonesia, kaum Zionis-Yahudi "menyetir" dunia politik, sektor ekonomi, terutama bidang perbankan dan jaringan telekomunikasi. Transaksi saham menjadi modal ampuh mengendalikan Indonesia. Singtel, perusahaan telekomunikasi milik orang Yahudi yang berkedudukan di Singapura misalnya, tahun lalu, berhasil menguasai kepemilikan PT Indosat, sebagaimana diungkapkan Ridwan Saidi. Mereka berhasil menjadi pemegang saham terbesar dan berhak mengatur arah kebijakan Indosat ke depan. Komunikasi Indonesia, melalui Indosat misalnya, dalam kendali Yahudi?
indosat-logobintang-david
Bandingkan lagi logo Indosat (di sebelah kiri) dengan logo bintang David sebagai lambang negara Israel (di sebalah kanan) yg mirip bentuknya. Hal serupa terjadi dalam dunia pemberitaan. Bhakti Investama, sebuah perusahaan yang sebagian sahamnya milik George Soros, seorang Yahudi yang pada tahun 1998 mengacak-acak ekonomi Indonesia. Dengan membeli saham, dia mulai memasuki industri media di Indonesia Ritel juga menjadi sasaran utama mereka. Philip Morris, sebuah perusahaan rokok dunia milik seorang Yahudi asal Amerika menguasai kira-kira sembilan puluh persen saham perusahaan rokok PT Sampoerna. Ia pun berhak mengendalikan bisnis perusahaan rokok ternama di Indonesia itu.
Bidang budaya tak luput dari garapan mereka. Untuk menjauhkan Islam dari agamanya, mereka masuk ke dalam kebatinan Jawa. Kuatnya akar Freemasonry dapat dilihat dari mantra-mantra memanggil roh halus atau jin yang memakai bahasa Ibrani, bahasa khas kaum Yahudi. Bau Zionis-Yahudi juga tercium tajam di dunia perjudian. Dadu yang sering dipakai dalam permainan judi bermata hewan Zionis. "Ini fakta. Oleh sebab itu saat menerima laporan dari bawahannya tentang kuatnya akar Zionisme-Yahudi di Indonesia, Hitler, pemimpin NAZI langsung mengirim pasukannya ke Hindia Belanda untuk memerangi mereka," ujar Ridwan. Jelas, gerakan Zionis-Yahudi bukanlah gerakan fiktif atau mengada-ada. Ia benar-benar nyata dan terus akan bergerak sampai cita-citanya tercapai: Menguasai dunia.
Di bawah ini beberapa bukti bahwa kehadiran mereka di Indonesia sejak dari zaman VOC sampai sekarang masih berkesinambungan, bahkan semakin jelas eksistensi mereka seperti nampak dalam simbol-simbol yang merupakan bukti peninggalan dan kehadiran mereka.

bundaran-HI-mata-horus
Bundaran Air Mancur Hotel Indonesia yang telah direnovasi dengan tema sentral CAHAYA (Lucifer). Dari atas terlihat bagai sebuah mata (Horus) di pusat Ibukota. (Sumber Google Earth)


mata-horus1
Serupa Tapi Tak Sama

baphomet-bappenas
Peta pusat wilayah elit Menteng, Jakarta Pusat setelah diputar 180 derajat, di mana sebelah bawah adalah arah utara. Salah satu bangunan yang berada di dalam kepala binatang bertanduk atau Baphomet adalah lokasi Loji Adhucstat atau yang kini dijadilan Gedung BAPPENAS

baphomet

monas
Tugu Monumen Nasional. Obelisk
Obelisk
Obelisk sebagai simbol dominasi Iblis atas bumi ini, kehadiran beberapa obelisk tertentu (di lokasi tertentu juga) merupakan "tanda tangannya". Diketahui bahwa obelisk di Washington DC merupakan simbol penguasaan Iblis atas EKONOMI dunia; obelisk di Luxor, Mesir, merupakan simbol penguasaan Iblis atas PEMERINTAHAN dunia; dan obelisk di Vatican, Roma - Italia, merupakan simbol penguasaan Iblis atas AGAMA dunia. Ekonomi, Pemerintahan, dan Agama dunia penguasaannya diwakili oleh ketiga obelisk tersebut.
Penjelasan detail mengenai hal tersebut akan mencengangkan siapapun. Bahwa benda-benda mati yang disembah dan dihormati ternyata berunsurkan kekuatan-kekuatan spiritual yang tidak main-main, dan dipercaya (sebagai tradisi ritual) oleh mereka yang dianggap sangat "berwawasan sekuler" sekalipun. Dan obelisk adalah salah satunya, bukan satu-satunya. Masih begitu banyak "kehadiran" yang misterius disekitar kita, bahkan hal-hal yang telah akrab dalam kehidupan sehari-hari kita, seperti misalnya Rotary dan Lions Club.
Rotary Club dan Lions Club
rotary-clubRotary Club didirikan di kota Chicago, pusat Zionis Inter¬nasional, terletak di wilayah Illionis, negara bagian Amerika Serikat, dikepalai oleh Paul Harris.
Rotary sebenarnya adalah pengganti dari organisasi rahasia Freemason yang diharapkan dapat menghilangkan salah paham dan menunjukkan kepada umum bahwa tujuan club tersebut adalah untuk menyuburkan pengabdian kepada masyarakat yang dapat dilakukan oleh para anggotanya di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing, baik pada tingkat nasional maupun intemasional. Selain itu juga hendak menampakkan kegiatan kemanusiaan, guna menciptakan hubungan baik di antara berbagai macam golongan dan untuk membuktikan bahwa club tersebut hanya semata melakukan kegiatan kemanusiaan, kebudayaan, dan sosial, dan menjauhkan diri dari masalah keagamaan serta politik.
Kata Rotary oleh para anggotanya ditafsirkan dengan pengertian bergilir atau bergantian. Karena para anggota bergantian untuk ditempati pertemuan. Padahal tujuannya yang tersembunyi adalah bahwa kata Rotary ini dimaksudkan sebagai ganti dari Freemason karena rahasianya pernah terbongkar pada konggres Zionis di Basel, Switzerland pada tahun 1897 dan juga telah tersebarnya rahasia Protokol para tokoh Zionis.
Seandainya kata Rotary kita artikan dengan bergilir, maka di sini kata bergilir itu mempunyai pengertian mengitari titik pusat, dan titik pusatnya ini adalah Haikal Sulaiman, yang merupakan bangunan suci bagi kaum Freemason yang terletak di kota Quds (Yerussalem). Pertemuan pertama di adakan di tengah-tengah sejumlah besar anggota Yahudi Freemason.
lions-clubLions Club didirikan oleh Malvin Joqes, seorang pengacara Amerika. Lions Club mengadakan konggres pertama tahun 1918 yang dihadiri oleh 22 orang Yahudi Freemason. Konggres ini diadakan di kota Chicago. Orgamsasi ini merupakan bagian dari gerakan Zionis dan Freemason. Kedudukan kantor Lions Club berada di pusat Rotary Club dan kantor cabang Bahaiyah Amerika. Kemudian pusat Lions Club pindah ke New York lalu ke Washington, yang merupakan pusat-pusat kegiatan Yahudi.
Kata Lions berarti singa, maksudnya pengawal Haikal dan penjaga bangunan Haikal Sulaiman yang berada di salah satu bagi Masjidil-Aqsha. Organisasi ini merupakan gerakan baru Freemason yang tujuannya sama dengan Freemason. Tetapi secara formal Lions Club menyatakan bahwa tujuan organisasinya ialah untuk memberi pelayanan kepada masyarakat dan saling memupuk saling pengertian internasional: Slogan ini merupakan - kata-kata yang manis, tetapi mengandung tujuan-tujuan rahasia yang berbahaya. Tujuan rahasia itu ialah merealisir impian Zionis dan Freemason untuk memusnahkan semua bangsa dan pemerintahan non-Yahudi, kemudian mendirikan pemerintahan Yahudi Internasional.
Bila kita telusuri di Internet dengan search engine Google untuk mengetahui keberadaan Rotary dan Lions Club di Indonesia, kedua club tersebut sudah ada di bebarapa kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Bali, Jogya, Semarang dan Medan dan Palembang
Sekedar untuk mengingatkan kita kembali bahwa Freemasonry merupakan nama baru dari sebuah perkumpulan rahasia penyembah setan tertua, didirikan oleh sembilan orang Yahudi di Palestina pada 37 M dan dalam perjalanannya yang sangat panjang, pada tahun 1777 diinfiltrasi oleh Bavarian Illuminati dan akhirnya pada tanggal 16 Juli 1782 bertempat di Wilhelmsbad dikukuhkan penyatuannya dengan pengaruh Illuminati mendominasi perkumpulan rahasia tersebut.
 Counter culture
 Bidang budaya yang mereka garap dewasa ini a.l. melalui musik, olah raga yang disponsori pabrik rokok yang notabene sudah dikuasai 90% sahamnya oleh Phillip Morris, getol mengadakan berbagai event dan nampaknya mereka berhasil melakukan counter culture merubah pola-pikir dan akhlak generasi muda menjauh dari ajaran Islam, termasuk menyebar-luaskan  miras, narkoba dan pornografi yang dalam skala dunia dikuasai Yahudi (0,001% dari jumlah penduduk dunia) bertanggungjawab atas penyebar-luasan 90% pornografi, seperti diterbitkannya majalah Playboy dalam bahasa Indonesia, menyeruaknya kasus video mesum Luna Maya – Ariel termasuk upaya-upaya mereka yang boleh dibilang berhasil, penyedia permainan-permainan, rekreasi-rekreasi pengumbaran hawa nafsu dlsb dengan tujuan untuk mengalihkan  perhatian orang, yang dalam melaksanakannya dibantu peran media massa dan pers yang 95% lebih sudah dikuasai Zionis, sebagaimana ditegaskan dalam Bab 12 dan 13 The (Decoded) Illuminati’s Protocols of the Learned Elders of Zion.
 Asal-muasal Zionis
 Mari kita renungkan bersama firman Allah Azza wa Jalla di bawah ini:
 ÙˆَÙ„َÙ† تَرْضَÙ‰ عَنكَ الْÙŠَÙ‡ُودُ Ùˆَلاَ النَّصَارَÙ‰ Ø­َتَّÙ‰ تَتَّبِعَ Ù…ِÙ„َّتَÙ‡ُÙ…ْ Ù‚ُÙ„ْ Ø¥ِÙ†َّ Ù‡ُدَÙ‰ اللّÙ‡ِ Ù‡ُÙˆَ الْÙ‡ُدَÙ‰ ÙˆَÙ„َئِÙ†ِ اتَّبَعْتَ Ø£َÙ‡ْÙˆَاءهُÙ… بَعْدَ الَّذِÙŠ جَاءكَ Ù…ِÙ†َ الْعِÙ„ْÙ…ِ Ù…َا Ù„َÙƒَ Ù…ِÙ†َ اللّÙ‡ِ Ù…ِÙ† ÙˆَÙ„ِÙŠٍّ Ùˆَلاَ Ù†َصِيرٍ
“Orang-orang yang beragama Yahudi dan orang-orang yang beragama Nashrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu (orang yang beragama Islam) mengikuti millah mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu” (Al-Baqarah 2:120)
Yahudi dan Nashrani pada ayat di atas yang dimaksud adalah ahli kitab yang kafir.  Ahli kitab Yahudi kemudian dalam pengasingan di Assyiria pada k.l. abad ke-enam SM berkolaborasi dengan para penyembah berhala, penganut agama Sabi’in dan Majusi yang melahirkan ajaran Yahudi-Qabbalah dengan kitab Taurat yang sudah diubah dan Talmud, dimana untuk pertamakali Zionisme di gagas.
 Yahudi yang dimaksud ayat di atas bukanlah bangsa demikian juga Nashrani melainkan agama. Pengertian Yahudi sebagai agama dan bangsa memang merupakan sesuatu hal yang disengaja oleh pelaku konspirasi dengan tujuan untuk dimanfaatkan dalam merealisasikan kepentingan dan tujuannya, hal tersebut dilakukan pada tahun 1775, setahun menjelang Bavarian Illuminati didirikan oleh Adam Weishaupt.
 Asal-usul kata Jew atau Yahudi
 Sebelumnya kita tidak akan menemukan kata-kata Yahudi atau Jew dalam kosa-kata bahasa Inggris dimuat dalam Bibel, kecuali bahasa Latin "Iudaeus" yang dimasukkan ke dalam bahasa Inggris secara berurutan: "Gyu," "Giu," "Iu," "Iuu," "Iuw," "Ieuu," "Ieuy," "Iwe," "Iow," "Iewe," "Ieue," "Iue," "Ive," "Iew," dan kemudian akhirnya pada abad ke-18, "Jew." Banyak padan kata bahasa Inggris awal untuk kata "Jews" sampai dengan abad ke- 14 adalah "Giwis," "Giws," "Gyues," "Gywes," "Giwes," "Geus," "Iuys," "Iows," "Iouis," "Iews," dan kemudian juga pada akhirnya dalam abad ke-18, "Jews."

albert-pike
Albert Pike
Bukankah dengan dipahaminya kata Yahudi sebagai bangsa dan agama baik oleh orang Islam maupun manusia pada umumnya secara sadar atau tidak telah masuk ke dalam perangkap konspirasi yang memang dengan sengaja untuk mengggiring manusia ke dalam rencana yang sudah dipersiapkan oleh Albert Pike, ketua Illuminati Amerika juga The Scottish Rite of Freemasonry yang dalam rencananya menegaskan sbb:

... "Perang Dunia Ketiga dihasut dengan memanfaatkan perselisihan-perselisihan antara Politik Zionis dengan Para Pemimpin Dunia Islam yang digerakkan oleh para agentur Illuminati. Peperangan diarahkan sedemikian rupa dengan mengadu-domba Islam dengan egara Israel) yang akan saling menghancurkan, sementara pada waktu yang bersamaan negara-negara lainnya, dipecah-belah untuk saling bertentangan satu-sama lain dalam masalah ini, mereka akan dipaksa untuk berperang sampai kepada sebuah keadaan keleletihan yang paripurna baik secara pisik, mental, spiritual maupun ekonomi." ...

Giuseppe-Mazzini
Giuseppe Mazzini
Pernyataan tersebut di atas disampaikan dalam suratnya kepada Giuseppe Mazzini dari Italia, ketua Illuminati Eropa yang juga pendiri MAFIA (Mazzini Autorizza Furti, Incendi, Avvelenamenti - Mazzini Authorizes Thefts, Arson, Poisoning), pengganti Adam Weishaupt, pada tanggal 15 Agustus 1871.
 Masihkah kita tidak menyadari atau tidak mau tahu, bahkan tidak percaya padahal realitas keseharian kita yang sarat dengan bukti keberhasilan para pelaku makar atau konspirasi penganut agama Yahudi-Freemasonry-Illuminati yang sudah sejak jauh-jauh hari mereka rencanakan yang digambarkan dalam cetak biru mereka The (Decoded) Illuminati’s Protocols of the Learned Elders of Zion atau Protokol Illuminati. Ataukah menunggu menjadi korban mereka, murtad tanpa sadar sebagaimana yang dilakukan oleh para useful idiots yang menjadi kaki-tangannya di berbagai belahan dunia.  Nau’udzubillah.
Oleh sebab itu, kaum Muslimin harus terus memperkuat diri dengan ajaran Islam dan kembali kepada al-Qur’an dan as-Sunnah dengan menjauhi bid’ah sebagaimana pesan Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Tidak boleh lengah atau lalai sedikit pun. Tetap waspada, jangan mudah termakan dengan pikiran atau paham bebas, karena isme Sekuler semuanya berasal dari mereka, dan rapatkan barisan, adalah modal kuat untuk melawan mereka. Dan, tak kalah pentingnya, adalah memperkuat dan mengembangkan jaringan dan gerakan yang sedang kita bangun!

Allahu’alam

Referensi: 
  1. http://www.swaramuslim.net/ 
  2. The (Decoded) Illuminati’s Protocols of the Learned Elders of Zion, oleh Doc Marquis
  3. Rahasia Gerakan Freemasonry dan Rotary Club oleh Muhammad Fahim Amin, cetakan ke-3, al-Kautsar 1993 
  4. http://www.akhirzaman.info
  5. 0.001% of the world's population are responsible for 90% of the pornography, dari:  http://iamthewitness.com/DarylBradfordSmith_porn.html 
  6. The Conspirator’s Hierarchy, The Committee of 300, 4th edition, Revised and Updated, oleh Dr. John Coleman, 2006
  7. Origin of the Word Jew oleh Willie Martin dari: http://www.israelect.com/reference/WillieMartin/OriginoftheWordJew.htm 
  8. The Mafia and Freemasonry, dari:  http://www.freemasonrywatch.org/mafia.html
  9. Terrorism and the Illuminati, A Three Thousand Year History, oleh David Livingstone, 2007
  10. The The Jacatra Secret , Misteri Satanic Symbols di Jakarta, oleh Rizki Ridyasmara, Cet. I, Nopember 2009,

Jumat, 27 April 2012

Pentas Aksi Mahasiswa Bastrindo FKIP Unram: Laporan singkat



Oleh: Muh. Ardian Kurniawan*)


Alifbata kebodohan.
Kebisuan.
Kepalsuan.
Kemunafikan.
Penipuan.
Penindasan.
aku telah mengkhatammu hari ini.
Di hadapan mereka,
yang mengobralmu!

(kutipan puisi “Belajar Mengaji”, Ardian)



Pagi itu, 6 Maret 2009 sekitar pukul 09.00, di depan gedung A FKIP Unram, tiga orang lelaki bertelanjang dada dan bercelana jeans panjang dengan pandangan kosong. Mereka dengan langkah terseok-seok masuk ke gedung tersebut. Salah seorang di antaranya menggumamkan kata-kata yang kedengaran kurang jelas, sementara lainnya mengikuti mengulang kata-kata tersebut. “Batu mawar… batu langit… batu bisu… kaukah itu… teka-teki… yang tak menepati janji!” begitulah samar kata-kata itu masuk halus menembus dinding telinga.
Di belakangnya, berdiri juga seorang lelaki bertelanjang dada terikat memanggul sebatang kayu cukup berat. Langkah kakinya juga berat seperti telah melakukan perjalanan jauh. Sesekali terdengar teriakan dari lelaki ini karena dipecut cemeti yang dibawa oleh dua orang berpakaian serba hitam yang berada di kiri dan kanannya. Sementara satu orang lagi wanita dengan pakaian hitam hingga ke jilbab mengalunkan senandung nyinyir. Ia berada paling belakang. Iringi-iringan ini terus melangkah melewati gedung A menuju gedung B. Tanpa alas kaki.
Suasana belum ramai waktu itu. Orang-orang yang melihat iring-iringan ini hanya memandang heran dan saling bertanya ada apa? Pertanyaan itu masih tersimpan di mulut mereka.
Ketika iring-iringan baru mencapai jalan antara gedung A dan gedung B, gumaman yang tadi terdengar samar sekarang berubah menjadi teriakan-teriakan yang jelas. “Kaukah itu... teka-teki yang tak menepati janji” terus diulang-ulang. Tetapi dengan perkataan yang semakin keras dan tinggi.
Seolah sedang menyenandungkan masnawi Rummi, mereka kerasukan dan memukul-mukul dinding mading di gedung B. Mereka berhasil menyedot perhatian semua pihak.
Suara itu membuat ribut. Beberapa kelas yang berkuliah menghentikan kuliah mereka menganggap ada terjadi keributan. Sementara yang tidak memiliki aktivitas penting mengonsumsi pertunjukan itu sebagai sarapan mereka.
Tiba-tiba saja, semua mata mahasiswa yang berada di sekitar iring-iringan itu mengarah ke arah mereka. Seperti ada magnet khusus pada orang-orang itu.
Dikerubungi oleh banyak orang bukan membuat mereka takut atau menghindar, mereka menjadi semakin keranjingan dan berlari ke arah ruang dosen Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris FKIP Unram dan sisanya naik ke lantai dua gedung B tersebut. Mereka membacakan puisi!
Puisi-puisi ini adalah pesan tersirat yang ingin mereka komunikasikan dengan penonton. Namun, ternyata tidak cukup hanya dengan puisi. Mereka berteatrikal. Mengkritik program studi mereka (Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah).
Beberapa permasalahan yang masuk dalam kritik berujud seni itu adalah: dosen malas, nilai pada KHS yang keluar secara manipulatif, ruang kuliah yang tidak layak untuk kegiatan belajar mengajar, dan kurikulum yang amburadul.
Setelahnya mereka lalu mengusung salah seorang teman mereka yang tersalib kayu keluar dari tempat itu.

Rangkaian Simbol
Pertunjukan itu adalah rangkaian simbol-simbol. Mahasiswa yang tersalib kayu adalah simbol mahasiswa yang terkekang dan tidak bisa menyuarakan apa pun. Mereka adalah gambaran mahasiswa selama ini yang tidak berani melaporkan dosennya yang sudah keluar jalur. Kemudian usungan orang yang tersalib tersebut adalah perlambangan bahwa suara yang dikeluarkan mahasiswa baik berupa masukan saran atau kritik kepada pejabat kampus FKIP Unram khususnya program studi Bahasa Indonesia, tidak pernah dihiraukan.
Tetapi, dengan adanya pertunjukan ini, semua itu harus dihentikan. Jangan lagi ada mahasiswa yang menutup-nutupi. Jangan hendak jadi epigon sang dosen. Semua kegiatan ini adalah mimesis yang jika ditelusuri patut menjadi acuan refleksi pejabat di FKIP Unram bahwa kampus ini benar-benar perlu dirombak sistem pengajarannya, juga kurikulumnya. Terutama sekali adalah kualitas beberapa dosen yang masih mengandalkan cara mengajar zaman baheulak.
Lalu, mengapa melalui pertunjukan? Karena mereka yakin bahwa dengan kekerasan itu tidak baik, sedangkan dengan bicara melalui dialog sudah tidak ada gunanya lagi. Suara mereka tidak pernah digubris.
“Kini, yang ditegur adalah pemilik iman yang paling lemah. Dosen-dosen dan pejabat kampus itu memiliki hati dan iman yang lemah. Karena yang ditegur begitu halusnya, sehingga tidak layak tangan dan lisan berbuat sesuatu, tetapi biarlah hati mereka saja yang menerima teguran itu. Jika tidak bisa, kami ikut berkabung atas hal tersebut,” ucap salah seorang mahasiswa ketika kami berbincang-bincang usai kegiatan tersebut.
Kemudian pertunjukan seni ini dilanjutkan dengan dialog terbuka antara mahasiswa HMPS Bastrindo dengan Kepala Jurusan dan Kepala Program studi mereka. Di sinilah bermuara gabungan harapan dan janji-janji.
Satu insiden yang paling menarik adalah ketika ada salah seorang dosen Bahasa, sastra Indonesia, dan Daerah berinisial ME mengatai salah seorang mahasiswa dengan perkataan Setan! Ia keberatan dengan kritikan yang ditujukan padanya. Mungkin saja, ia adalah salah satu orang yang termasuk kriteria dalam kritikan tersebut. Tetapi, secara hukum, berdasarkan UU tentang guru dan dosen, berkata tidak sopan apalagi kapasitasnya adalah sebagai dosen pada waktu itu bukanlah hal yang patut dibenarkan. Hal ini perlu ditindaklanjuti oleh pejabat terkait. Akan bagaimana FKIP Unram kalau dihuni oleh dosen pemilik lidah kotor seperti itu?
Patut menjadi renungan kita semua kata-kata Soe Hok Gie (aktivis mahasiswa angkatan ’66 yang menjadi dosen UI setelah kelulusannya) bahwa guru yang tidak tahan kritik layak masuk keranjang sampah.
Dekan FKIP atau Rektor Universitas Mataram mempunyai PR untuk menegur dosen yang kurang sopan tersebut. Jangan sampai lidah pejabat kampus itu dibiasakan berkata bejad semacam itu.
Ditulis: 7 Maret 2009

Penulis, mahasiswa Bastrindo FKIP Unram 2006.
Aktif dalam kegiatan pers mahasiswa.
Kini sedang merancang rumah belajar mandiri untuk anak-anak yang tak bersekolah.
e-mail:mido_ardian@yahoo.com

Minggu, 08 April 2012

BNI SPONSORI CHELSEA FC

Gatot M Suwondo (Kiri) dengan direktur keuangan Chelsea FC Chris Alexander (kanan)
LONDON - Salah satu klub raksasa Inggris, Chelsea menggandeng PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Ini adalah pertama kalinya klub bertajuk The Blues ini bermitra dengan bank di Asia.

Kepala Eksekutif Chelsea Ron Gourlay mengungkapkan, kerja sama ini merupakan perkembangan baru yang menarik dalam pertumbuhan popularitas Chelsea di Asia.

"Kami senang untuk membentuk hubungan dengan Bank Negara. BNI adalah organisasi yang kuat dan perusahaan yang tepat yang dapat digunakan untuk membangun kemitraan komersial pertama klub di Indonesia," ungkap dia seperti dikutip dari situs resmi Chelseafc, Sabtu (24/3/2012).

Kemitraan ini, akan menjadi co-branding kartu kredit maupun debit untuk nasabah BNI di Indonesia, termasuk kesempatan untuk menonton pertandingan Chelsea di Stamford Bridge dan kemungkinan memenangkan merchandise resmi klub termasuk kaos bertandatangan pemain Chelsea.

Co-branding ini berpotensi memberikan BNI kesempatan untuk menambah pengguna kartu kredit sebesar 1,7 juta dan kartu debit lebih dari 10 juta kartu, dengan metode alternatif bisnis prabayar kartu BNI untuk masyarakat Indonesia.

"Kami yakin fans Chelsea banyak yang tinggal di Indonesia akan antusias untuk menunjukkan dukungan mereka dengan menerapkan merek Chelsea pada kartu pembayaran. Pada gilirannya, mereka akan mendapatkan akses ke eksklusif banyak klub yang berhubungan dengan manfaat yang tersedia bagi BNI atau pemegang kartu Chelsea FC," kata dia.

Dia menambahkan, kerja sama ini adalah pengembangan terbaru dalam pertumbuhan Chelsea di pasar Asia, sebagai lanjutan dari tur pada 2011 di beberapa negara seperti Malaysia, Thailand dan Hong Kong. "Kami berharap untuk hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan dengan BNI," tambahnya.

Direktur Utama BNI, Gatot M Suwondo, telah menandatangani kemitraan pada hari Jumat, 23 Maret sore di Stamford Bridge. Kontrak ini, akan berlaku selama empat tahun.

Menurut Gatot, dengan kerja sama terhadap klub Roman Emperor ini, maka akan memperkuat posisi BNI sebagai mitra di dunia sepakbola terhadap pelanggannya.

Selain itu, Klub ini juga akan meluncurkan sebuah situs bahasa Indonesia di Mei 2012. Dengan demikian China, Thailand,  Korea dan Indonesia akan memiliki situs resmi dari The Blues ini.

TEORI TRANFORMATIF


PENDAHULUAN
  1. LATAR BELAKANG
Metode struktural deskriptif masih mendominasi penelitian bahasa di barat di barat hingga akhir 1950-an abad 20 M. Metode behaviorisme juga masih mendominasi kajian-kajian yang berhubungan dengan pemerolehan bahasa, dan pembelajarannya, baik bahasa ibu maupun bahasa kedua. Melihat kedua metode ini, yakni metode struktural dan metode behaviorisme bahwa keduanya merupakan metode yang sempurna atau menyeluruh dalam melihat karakteristik bahasa, pemerolehan bahasa dan pembelajarannya.
Tetapi periode ini bukanlah waktu yang pendek. Ia di namakan fase ilmiah yang berakhir di tangan salah satu seorang penganut struktural setelah ia menguasai aliran deskriptif. Lalu ia mengumumkan revolusi terhadap metode struktural dan menyerang balik teori behaviorisme. Tokoh tersebut bernama noam chomsky seorang linguis amerika serikat.
Berangkat dari masalah di atas kami mencoba memaparkan secara lebih detail tentang teori-teori yang di cetuskan oleh chomsky yang berkaitan dengan teori transformatif dan kognitif dalam linguistik dengan tujuan adanya tulisan ini bisa meningkatkan pengetahuan mahasiswa pada khususnya dan semua pihak yang berkepentingan.
  1. RUMUSAN MASALAH
    1. Bagaimana pandangan teori generatif transformatif mengenai bahasa?
    2. Apa ciri-ciri teori generatif tranformatif?
    3. Apa perbedaan teori generatif transformatif dengan teori struktural?
    4. Apa yang di maksud teori kognitif?


PEMBAHASAN

  1. CHOMSKY DAN TEORI GENERATIF TRANSFORMATIF
Teori baru yang pertama adalah teori generatif transformatif yang di gagas oleh chomsky. Ada ciri khusus yang membedakan teori chomsky ini dengan teori lainnya. Metode chomsky sangat menaruh perhatian terhadap aspek akal. Ia membahas masalah-masalah bahasa dan psikologi, lalu membingkainya menjadi satu bingkai dengan bentuk bahasa kognitif. Akibatnya para peneliti merasa kesulitan untuk membedakan antara bahasa, psikologi, dan filsafat.
Perbedaan ini tampak jelas dari masalah-masalah yang di kemukakan oleh chomsky. Pada umumnya chomsky mengangkat masalah ke permukaan dengan satu metode, baik dalam masalah bahasa maupun psikologi ,seperti masalah makna, perbedaan masalah struktur dalam dan struktur luar, antara kemampuan bahasa (competence) dan perbuatan berbahasa (performance) serta kreasi dalam bahasa, fitrah (nurani), universal bahasa, dan lain-lain.
Metode-metode ini menyalahi kaum struktural dan behavior yang sezaman dengannya, yang memusatkan perhatiannya pada struktur luar bahasa tanpa struktur dalam dan makna. Di sisi lain metode ini menjadi penyempurna bagi metode-metode para pendahulunya dari para ahli filsafat dan rasionalis, serta pengikut-pengikut kaidah tradisional.sebenarnya pandangan-pandangan chomsky tentang karakteristik bahasa, urgensi makna, dan berfikir dalam menganalisis bahasa bukanlah ide baru. Pandangan ini merupakan ide lama yang di populerkan kembali untuk menghidupkan aliran filsafat rasionalistik yang terkenal pada abad 17 M. Filsafat ini di pelopori oleh ahli filsafat terkenal, rene descartes. Secara pribadi chomsky terpengaruh oleh pemikirannya ,inilah faktor penyebab utamanya. Akibatnya pandangan-pandangan chomsky memiliki karakteristik khusus yang menghimpun masalah-masalah filsafat dan masalah-masalah linguistic-psikologis.dalam hal ini dia meyakinkan bahwa ilmu bahasa (linguistik) merupakan bagian tak terpisahkan dari ilmu jiwa kognisi (cognitive psychology).
Dari contoh-contoh ini kita dapat mengetahui pandangan Chomsky terhadap bahasa manusia. Chomsky melihat bahwa bahasa adalah kunci untuk mengetahui akal dan pikiran manusia. Manusia berbeda dengan hewan karena kemampuannya berpikir dan kecerdasannya, serta kemampuannya berbahasa. Itulah aspek yang paling fundamental dalam aktivitas manusia. Karena itu sangat tidak logis jika bahasa yang sangat vital ini berubah manjadi susunan kata yang terstruktur, kosong dari makna, seperti pendapat kaum strukturis dan kaum behavioris.[1]
Teori generative transformasi yang di letakkan Chomsky adalah teori modern paling menonjol yang mencerminkan kemampuan akal, membicarakan masalah-masalah kebahasaan dan pemerolehannya, serta hubungannya dengan akal dan pengetahuan manusia. Chomsky mendasarkan teorinya atas dasar asumsi bahwa bahasa menjadi bagian dari komponen manusia dan produk akal manusia. Unsure yang membedakan manusia dengan hewan adalah kecerdasan dan kemampuannya berfikir. Karena itu ia menolak pandangan yang melihat bahasa dari aspek luar, seperti pandangan kaum strukturis. Ia beranggapan bahwa pandangan itu tidak sempurna karena tidak membahas fenomena-fenomena bahasa yang pelik ini kecuali hanya sebagian kecil.[2] Lebih jauh lagi Chomsky berpendapat bahwa pendukung-pendukung aliran structural belum menampilkan arti bahasa yang sebenarnya. Karena, menurut pandangannya, teori apapun tidak bisa didasarkan pada tuturan sebenarnya, meskipun sampel tuturan yang di kaji itu jumlahnya banyak. Dengan pendapatnya ini ia berusaha keras untuk meruntuhkan pondasi paling penting bagi tegaknya teori structural yaitu bahasa lisan.
Dalam teorinya ini Chomsky sangat menaruh perhatian pada kaidah yang diistilahkan dengan”system yang ada dalam akal penutur bahasa yang berbentuk batin, yang diperoleh semasa kecil”. Berdasarkan pemahamannya terhadap kaidah-kaidah itu, setiap penutur bahasa tertentu dengan bahasa ini akan mampu memahami kalimat atau susunan kata dengan mudah, sekalipun ia belum pernah mendengarnya atau menggunakannya. Chomsky menamakan kaidah pengetahuan batin ini dengan kaidah bahasa kifayah lughowiyah (competence). Kaidah ini berbeda dengan kidah yang ia namakan dengan al-a’da al-lughawi (performance).
Kaidah-kaidah yang sangat Chomsky perhatikan ini mencakup atas ashwat(fonetik, fonologi), shorof(morfologi), nahwu(sintaksis), dan ma’ani(makna-makna). Tetapi Chomsky lebih focus pada aspek amaliah atau praktik dari kaidah sintaksis dan morfologi secara khusus. Karena menurutnya praktik amaliahlah yang asli dan pokok yang kepadanya kaidah-kaidah fonetik dan makna-makna itu didasarkan.
Chomsky berpendapat bahwa tujuan dari semua teori bahasa hendaknya di hubungkan dengan ilmu tentang kaidah-kaidah bahasa yang ada didalam akal si penutur bahasa, yakni semua kaidah pengetahuan bahasa menjadi patokan.dengan pengetahuan kaidah bahasa itu menjadikan penutur bahasa tertentu bisa melahirkan dan menginovasikan semua kalimat-kalimat dengan benar didalam bahasa yang di maksud. Ia juga bisa menjauhkan dirinya dari melakukan kesalahan dalam membuat kalimat yang tidak benar.
Chomsky beranggapan bahwa jalan menuju pengetahuan ini ada pada kalimat karena pada kalimatlah yang menjadi pokok pembentuk bahasa dan analisis bahasa. Di dalam menganalisis bahasa ia menggunakan istilah-istilah, rumus-rumus, dan instrument-instrumen dari ilmu lain, seperti matematika dan logika. Semua itu di maksudkan agar bisa membantu untuk sampai pada kaidah-kaidah yang benar, tanpa perlu menngunakan istilah dalam kaidah tradisional. Karena menurut pandangannya, istilah-istilah yang digunakan dalam kaidah tradisional sering memunculkan kebingungan dan kekeliruan.
Dalam teorinya ini Chomsky membahas beberapa masalah bahasa (linguistic) dan psikologi. Menurutnya, dua hal ini sangat penting dan mendasar untuk dapat memahami karakteristik bahasa, cara-cara menganalisisnya, proses pemerolehannya dan juga untuk mengetahui aspek penggunaannya. Masalah sangat penting yang dikritisi oleh Chomsky dari metode kaum structural ketika mereka menganalisis bahasa adalah perhatiannya terhadap struktur luar bahasa, tanpa memperhatikan struktur dalam bahasa itu. Berinteraksi dengan structur luar bahasa (surface structure), menurut pandangannya, tidak akan memberikan memberikan manfaat apa-apa, bahkan ilmupun tidak di dapat. Karena struktur luar bahasa tidak menafsirkan sesuatu. Padahal, langkah yang paling penting adalah sampainya seseorang pada struktur batin atau struktur dalam bahasa (deep structure). Dengan memasuki sela-sela struktur dalam bahasa itu, kita akan sampai pada system karakteristik manusia.
Perbedaan struktur luar bahasa dan struktur dalam bahasa, menurut Chomsky bersumber dari filsafat umum rasionalisme.ia berpandangan bahwa manusia merupakan makhluk yang berbeda dengan semua makhluk lainnya. Di antara perbedaan yang paling penting itu adalah kecerdasan dan kemampuannya berpikir. Karena itu tidaklah logis jika bahasa sepenting ini hanya di batasi oleh tindakan menganalisi dan mendeskripsikan struktur luar bahasa seperti stimulus-respon, dan memperlakukan manusia seperti hewan atau alat. Di sisi lain kita melupakan makna dan peranan akal dalam fenomena yang sangat luar biasa ini [3].
B. CIRI-CIRI TEORI GENERATIF TRANSFORMATIF
Adapun ciri-ciri teori ini secara lengkap adalah sebagai berikut:
  1. Berdasarkan paham mentalistik
Teori ini beranggapan bahwa proses berbahasa bukan sekedar proses rangsang tanggap semata, akan tetapi justru menonjol sebagai proses kejiwaan.proses bahasa bukan sekedar proses fisik yang berupa bunyi sebagai hasil sumber getar yang di terima oleh alat auditoris, akan tetapi berupa proses kejiwaan didalam diri peserta bicara. Oleh karena itu, teori ini sangat erat kaitannya dengan subdisiplin Psikolingiistik.
  1. Bahasa merupakan innate
Kaum transformasi menertawakan anggapan kaum structural bahwa bahasa merupakan factor kebiasaan. Mereka beranggapan dengan penuh keyakinanbahwa bahasa merupakan factor innate(warisan keturunan). Apabila kaum strukturl dapat memberikan bukti bahwa bahasa merupakan habit, maka kaum transformasipun dapat membuktikan bahwa bahasa bukan habit. Dalam kasus ini Chomsky pernah minta bantuan seorang rekannya ahli bedah otak. Berkat bantuan rekannya itu dapat di buktikan bahwa struktur otak manusia dengan struktur otak simpanse persis sama, kecuali satu simpul syaraf bicara yang ada pada struktur otak manusia tidak terdapat pada struktur otak simpanse. Itulah sebabnya simpanse tidak dapat berbicara walaupun kadang-kadang ada simpanse yang keterampilan dan kecerdasannya mandekati manusia.walaupun di latih dengan metode drill and practice seribu kali sehari tidak akan mungkin seekor simpanse dapat berbicara, sebab dapat atau tidaknya berbicara itu bukan karena factor latihan atau kebiasaan melainkan karena factor warisan atau innate.
  1. Bahasa terdiri atas lapis dalam dan lapis permukaan
Teori transformasional memisahkan bahasa atas dua lapis, yakni deep structure (struktur dalam) dan surface structure (struktur luar). Lapis dalam adalah tempat terjadinya proses berbahasa yang sesungguhnya/secara mentalistik dan lapis permukaan adalah wujud lahiriah yang di transformasikan dari lapis batin.
  1. Bahasa terdiri atas unsure competent dan performance
Linguistic competent atau kemampuan linguistic adalah pengetahuan yang di miliki oleh seorang penutur tentang bahasanya termasuk juga disini kemampuan seseorang untuk menguasai kaidah-kaidah yang berlaku bagi bahasanya. Linguistic performance adalah keterampilan seseorang dalam menggunakan bahasa.
  1. Analisis bahasa bertolak pada kalimat
Kaum transformational bahwa kalimat nerupakan tataran gramatik yang tertinggi. Dari kalimat analisisnya turun kef rasa kemudian turun ke kata.
  1. Bahasa bersifat kreatif
Cirri ini merupakan reaksi terhadap kaum structural yang fanatic terhadap standar keumuman. Bagi kaum transformasial masalah umum atau tidak umum bukan persoalan. Yang paling penting adalah kaidah.walaupun suatu bentuk bahasa belum umum asal pembentukannya sesuai dengan kaidah yang berlaku, maka tidak ada halangan untuk mengakuinya sebagai bentuk gramatikal.
  1. Membedakan kalimat inti dan kalimat transformasi
Kalimat inti adalah kalimat yang belum di kenai kaidah transformasi sedangkan kalimat transformasi adalah kalimat yang di kenai kaidah transformasi.
  1. Gramatikal bersifat generative
Tata bahasa yang bertolak dari teori ini di namakan tata bahasa geberatif transformasi (TGT).di dalam teori ini ada anggapan bahwa aturan gramatika memberikan mekanisme dalam otak yang membangkitkan kalimat-kalimat. Dengan satu kaidah kita dapat menghasilkan kalimat yang tak terhingga banyaknya.
Aliran Strukturalisme dipelopori oleh linguis dari Swiss, Ferdinand de Saussure (1857-1913) dan dikembangkan lebih lanjut oleh Leonard Bloomfield. Aliran strukturalisme ini memiliki pandangan tentang hakekat bahasa, antara lain:
a) Bahasa itu adalah ujaran (lisan)
b) Kemampuan bahasa diperoleh melalui kebiasaan yang ditunjang dengan latihan dan penguatan
c) Setiap bahasa memilki sistemnya sendiri yang berbeda dari bahasa lain. Oleh karena itu, menganalisis suatu bahasa tidak bisa memakai kerangka yang digunakan untuk menganalisis bahasa lainnya.
d) Setiap bahasa memiliki system yang utuh dan cukup untuk mengekspresikan maksud dari penuturnya. Oleh karena itu, tidak ada suatu bahasa yang unggul atas bahasa lainnya.
e) Semua bahasa yang hidup berkembang mengikuti perubahan zaman terutama karena terjadinya kontak dengan bahasa lain. Oleh karena itu, kaidah-kaidahnya pun bisa mengalami perubahan.
f) Sumber pertama dan utama kebakuan bahasa adalah penutur bahasa tersebut, bukan lembaga ilmiah, pusat bahasa, atau mazhab-mazhab gramatika.Berdasarkan teori-teori bahasa tersebut, ditetapkan beberapa prinsip mengenai pengajaran bahasa, antara lain:
1.    Karena kemampuan berbahasa diperoleh melalui kebiasaan, maka latihan menghafalkan dan menirukan berulang-ulang harus diintensifkan. Guru harus mengambil peran utama dalam proses pembelajaran bahasa.
2.    Karena bahasa lisan merupakan sumber utama bahasa, maka guru harus memulai pelajaran dengan menyimak kemudian berbicara, sedangkan membaca dan menulis dilatihkan kemudian.
3.  Hasil analisis kontrastif (perbandingan antara bahasa ibu dan bahasa yang dipelajari) dijadikan dasar pemilihan materi pelajaran dan latihan-latihan.
4.    Diberikan perhatian yang besar kepada wujud luar dari bahasa, yaitu pengucapan yang fasih, ejaan dan pelafalan yang akurat, struktur yang benar, dan sebagainya.Teori-teori linguistic structural ini seiring dengan teori-teori psikologi behaviorisme dan menjadi landasan teoritis bagi metode audiolingual dalam pengajaran bahasa.
C.  PERBEDAAN TEORI GENERATIVE TRANSFORMATIVE DENGAN TEORI STRUKTURAL
Menurut kedua teori ini Pada dasarnya bahasa itu adalah ujaran (lisan). kemudian, bahasa memiliki system yang utuh dan cukup memadai untuk mengekspresikan maksud dari penuturnya, oleh karena itu, tidak ada suatu bahasa yang lebih unggul atas bahasa lainnya.Namun demikian, terdapat beberapa perbedaan di antara keduanya, antara lain:
a) Menurut aliran structural, kemampuan berbahasa diperoleh melalui kebiasaan yang ditunjang dengan latihan dan penguatan. Sedangkan aliran transformatif-generatif menekankan bahwa kemampuan berbahasa adalah sebuah proses kreatif.
b) Aliran structural menekankan adanya perbedaan system antara satu bahasa dengan bahasa lainnya, sementara aliran transformatif-generatif menegaskan adanya banyak unsur kesamaan di antara bahasa-bahasa, terutama pada tataran struktur dalamnya.
c) Aliran structural berpandangan bahwa semua bahasa yang hidup berkembang mengikuti perubahan zaman, terutama karena terjadinya kontak dengan bahasa lain, oleh karena itu, kaidah-kaidah bahasa pun bisa mengalami perubahan. Sedangkan aliran transformatif-generatif menyatakan bahwa perubahan itu hanya menyangkut struktur luar, sedangkan struktur dalamnya tidak berubah sepanjang masa dan tetap menjadi dasar bagi setiap perkembangan yang terjadi.Berdasarkan teori-teori kebahasaan tersebut, dirumuskan prinsip-prinsip mengenai pengajaran bahasa, antara lain:
a) Karena kemampuan berbahasa adalah sebuah proses kreatif, maka pembelajar harus diberi kesempatan yang luas untuk mengkreasi ujaran-ujaran dalam situasi komunkatif yang sebenarnya, bukan sekedar menirukan dan menghafalkan.
b) Pemilihan materi pelajaran tidak ditekankan pada hasil analisis kontrastif, melainkan pada kebutuhan komunikasi dan penguasaan fungsi-fungsi bahasa.
c) Kaidah nahwu dapat diberikan sepanjang hal itu diperlukan oleh pembelajar sebagai landasan untuk dapat mengkreasi ujaran-ujaran sesuai dengan kebutuhan komunikasi.
D. TEORI KOGNITIF
Seperti yang sama-sama kita ketahui linguistic generatif transformative memberi dorongan utama bagi perkembangan psikolinguistik yang non behavioris. Hal ini sungguh benar karena linguistic baru tersebut memberi tuntutan mengenai hakikat dan kerumitan bahasa dan karenanya juga mengenai pemakaian bahasa, yang belum pernah di utarakan sebelumnya. Memang Chomsky telah berulang kali mengatakan bahwa teorinya mengenai bahasa itu mengubah linguistic menjadi sebuah cabang psikologi kognitif.
Informasi ini muncul sebagai suatu yang mengejutkan bagi semua angkatan psikolog kognitif yang belum pernah mendengar mengenai kaidah transformasi ataupun struktur dalam. Di bawah kepemimpinan miller yang bijaksana maka banyak psikolog seperti itu mulai meluangkan waktu untuk maju ke arah pengasimilasian linguistic baru tersebut dank e arah penetuan cara-cara menguji tuntutan tersebut di laboratorium di bawah kondisi-kondisi yang di awasi. Jadi ilmu psikolinguistik itu telah lahir dengan nyata.[4]
Bertolak belakang dengan teori behaviorisme yang menekankan pentingnya stimulus eksternal dalam pembelajaran, teori cognitive menegaskan pentingnya keaktifan pembelajar. Pembelajarlah yang mengatur dan menentukan proses pembelajaran. Lingkungan bukanlah penentu awal dan akhir positif atau negatifnya hasil pembelajaran. Menurut pandangan mazhab ini, seseorang ketika menerima stimulus dari lingkungannya, dia melakukan pemilihan sesuai dengan minat dan keperluannya, menginterpretasikannya, menghubungkannya dengan pengalamannya terdahulu, baru kemudian memilih alternatif respon yang paling sesuai.
Para ahli psikolinguistik pengikut teori kognitive, antara lain Noam Chomsky dan James Deez, berpandangan bahwa setiap manusia memiliki kesiapan alamiah untuk belajar bahasa. Manusia lahir dibekali oleh Sang Pencipta dengan piranti pemerolehan bahasa atau LAD (Language Acquisition Device). Alat ini menyerupai layar radar yang hanya menangkap gelombang-gelombang bahasa. Setelah diterima, gelombang-gelombang itu ditata dan dihubung-hubungkan satu sama lain menjadi sebuah system kemudian dikirimkan ke pusat pengolahan kemampuan berbahasa (Language Competence). Pusat ini merumuskan kaidah-kaidah bahasa dari data-data ujaran yang dikirimkan oleh LAD dan menghubungkannya dengan makna yang dikandungnya, sehingga terbentuklah kemampuan berbahasa. Pada tahap selanjutnya, pembelajar bahasa menggunakan kemampuan berbahasanya untuk mengkreasi atau menghasilkan kalimat-kalimat dalam bahasa yang dipelajarinya untuk mengungkapkan keinginan atau keperluannya sesuai dengan kaidah-kaidah yang telah diketahuinya
Selain itu menurut ausabel yang merupakan salah satu penganut aliran kognitif dalam bukunya menyatakan bahwa belajar itu hendaknya bermakna nagi si pembelajar. Belajar hendaknya berhubungan dengan pembentukan akal dan kognisi. Belajar juga hendaknya menyampurnakan pengetahuannya terdahulu tentang sesuatu yang ingin di pelajarinya. Darinya seorang pembelajar bisa memahami alam sekitarnya dengan sebenar-benarnya jika ia bisa menghubungkan pengetahuan yang telah di milikinya dengan objek yang hendak di pelajari.
Pandangan psikologi kognitif ini sepakat dengan pandangan para pengikut aliran teori generatif transformatif.mereka melihat bahwa bahasa adalah tingkah laku yang berdasarkan kaidah (rule governed behavior).mereka memperolehnya sejalan dan sesuai dengan teori kodrati. Berdasarkan pengertian kognitif dalam pemerolehan bahasa ini dan pandangan fungsional bahasa menurut penganut teori kognitif, trend pembelajaran bahasa asing mendapatkan bentuknya sendiri sebagai metode pembelajaran bahasa yang di kenal dengan nama pendekatan kognisi (cognitive approach). Pendekatan ini bertujuan untuk membentuk kompetensi bahasa yang benar terhadap anak didik.
Para penganut metode ini nerpendapat bahwa tujuan ini tidak mungkin terlaksana kalau belajar itu tidak memiliki makna bagi siswa. Padahal pembelajar harus mampu memusatkan perhatiannya pada pemehaman terhadap makna dengan pemahaman yang sebenarnya. Pemahaman pembelajar itu harus memiliki fungsi atau makna sebagai pengganti dari menghafal bentuk-bentuk dan acuan-acuan bahasa dan mengulang-ulanginya.
Untuk mewujudkan syarat ini syarat syarat lain harus tercukupi, antara lain :
1. Belajar bahasa hendaknya mencakup empat kemahiran atau keahlian (mendengar, mengucap, membaca, dan menulis).
2. Memperhatikan perbedaan kemampuan intelegensi di antara siswa, karena setiap pembelajar memiliki kemampuan yang berbeda-beda antara satu dan lainnya.
Agar belajar itu bermakna para guru hendaknya mengarahkan para siswanya untuk dapat memanfaatkan pengetahuannya yang terdahulu dengan segala kemampuan yang dimilikinya. Pengetahuan ini di fungsikan untuk memahami materi yang ingin di pelajarinya, baik materi kaidah atau gramatika. Jika seorang pembelajar tidak mempunyai pengetahuan yang terdahulu terkait dengan materi pelajaran baru, atau ia belum memahaminya dengan baik pada sat itu, guru hendaknya membantunya dalam memahai materi pembelajaran yang di maksud, tepatnya pada saat ia memaparkan masalah-masalah yang terkait dengan materi yang di bahas
PENUTUP
  1. Kesimpulan
Teori generative transformasi yang di letakkan Chomsky adalah teori modern paling menonjol yang mencerminkan kemampuan akal, membicarakan masalah-masalah kebahasaan dan pemerolehannya, serta hubungannya dengan akal dan pengetahuan manusia Berdasarkan paham mentalistik.
1. Ciri-ciri Teori Generatif Transformatif adalah sebagai berikut :
  1. Berdasarkan paham mentalistik
  2. Bahasa merupakan innate
  3. Bahasa terdiri atas lapis dalam dan lapis permsukaan
  4. Bahasa terdiri atas unsure competent dan performance
  5. Analisis bahasa bertolak pada kalimat
  6. Bahasa bersifat kreatif
  7. Membedakan kalimat inti dan kalimat transformasi
  8. Gramatikal bersifat generative
2. Perbedaan Teori Generative Transformative dengan Teori Structural
Menurut aliran structural, kemampuan berbahasa diperoleh melalui kebiasaan yang ditunjang dengan latihan dan penguatan. Sedangkan aliran transformatif-generatif menekankan bahwa kemampuan berbahasa adalah sebuah proses kreatiF
  1. Teori Kognitif
Bertolak belakang dengan teori behaviorisme yang menekankan pentingnya stimulus eksternal dalam pembelajaran, teori cognitive menegaskan pentingnya keaktifan pembelajar. Pembelajarlah yang mengatur dan menentukan proses pembelajaran.